Dituding Politisasi Bansos, Jokowi Klaim Sudah Berjalan dari September

Asuransi37 Dilihat

INDOPOS.CO.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons, soal tudingan pembagian bantuan sosial (bansos) dipolitisasi menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Alasannya penyaluran bantuan pangan beras telah berjalan beberapa bulan lalu.

“Sudah dari dulu, ini kan sudah dari September bantuan pangannya,” kata Jokowi usai menghadiri kongres XVI Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/2/2024).

Mekanisme program bansos diklaimnya sudah benar. Alokasi danya dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan sudah mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Jadi jangan dipikir hanya keputusan kita sendiri, tidak seperti itu dalam mekanisme kenegaraan kita, kepemerintahan kita, enggak seperti itu,” ucap Jokowi.

Di sisi lain, pembagian bansos dilakukan karena dua hal. Pertama merespons naikanya harga beras di pasaran dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Ilustrasi bantuan sosial. Foto: istimewa

“Ya, itu yang pertama kita tahu ada kenaikan berad di sleuruh negara. Bukan hanya di Indonesia saja,” tutur Jokowi.

“Kedua, kita ingin memperkuat daya beli rakyat yang di bawah dan itu sudah dilakukan. BLT karena ada el-nino kemarau panjang. Juga untuk memperkuat daya beli masyarakat,” tambahnya.

Pemerintah telah menetapkan besaran anggaran perlindungan sosial sebesar Rp 496,8 triliun. Jumlah tersebut tercatat naik 13,1 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya, yakni Rp 439,1 triliun. Itu berdasar informasi APBN 2024 Kemenkeu.

Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati berpendapat, pengalokasian bansos dari APBN menjelang pemilu 2024, tentu mendapat perhatian serius dari semua pihak termasuk Bawaslu, karena potensi penyalahgunaannya besar sekali.

“Penyalurannya harus bersifat netral,” kata Anis Byarwati secara terpisah dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (2/2/2024).

Sebab, jika dilihat dari besarnya jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mencapai 21,3 juta kepala keluarga atau jika dikali dua keluarga saja bisa mencapai 42,6 juta jiwa. Tentu jumlah tersebut dianggap berpotensi cukup memenangkan paslon tertentu.

Baca Juga  Hak Jawab Ardian Leonardo soal Pemberitaan Lokalisasi Prostitusi

“Potensi suara yang sangat besar sekali, untuk memenangkan pasangan tertentu,” cemas Anis.(dan)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *