Gus Maksum dan Gus Mahasin Ulama Karismatik dari Jawa Timur dan Jawa Tengah Perkuat Timnas AMIN

Asuransi207 Dilihat

INDOPOS.CO.ID – Tim Nasional (TimNas) Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN) diisi banyak kalangan, dua diantaranya ulama kharismatik, KH Maksum Faqih dan KH Nasirul Mahasin.

KH Maksum Faqih yang akrab disebut Gus Maksum adalah ulama karismatik Nahdlatul Ulama (NU), putra bungsu almarhum KH Abdullah Faqih, pengasuh Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban, Jawa Timur.

Ia adalah penerus tongkat estafet kepemimpinan pesantren yang mencetak banyak ulama dan kiai, bukan hanya di negeri ini, namun sampai luar negeri.

Ulama besar Mbah Kholil Bangkalan dan KH Syamsul Arifin pernah mondok di Langitan. Begitu juga Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) juga pernah menimba ilmu di pesantren yang berada di pinggiran Sungai Bengawan Solo itu. Gus Maksum juga duduk di Katib PBNU kepengurusan 2022-2027.

Ayahanda Gus Maksum, KH Abdullah Faqih adalah ulama kharismatik sekaligus pengasuh generasi keenam Ponpes Langitan. Beliau merupakan kiai sederhana dengan sifat tawadu yang luar biasa.

Selain itu ia juga mempunyai kiprah yang berpengaruh bagi NU. Gus Maksum dijadikan rujukan oleh warga nahdliyin. Bahkan KH Abdullah Faqih atau yang biasa disebut Mbah Yai Faqih menjadi sumber rujukan Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid mengenai permasalahan negara.

Menurut Gus Dur, Kiai Faqih termasuk seorang wali. Kewaliannya bukan lewat tarekat atau tasawuf, melainkan karena kedalaman ilmu fikihnya. Gus Dur sangat hormat dan patuh kepada Kiai Faqih.

Gus Maksum menyatakan ada beberapa kriteria dalam memilih presiden dan wakil presiden yang pasti akan mudah dipahami oleh para nahdliyin dan santri di Indonesia.

“Menurut saya cara memilih presiden itu gampang saja. Yaitu yang bisa ngaji, bisa baca shalawat, baca ratibul hadad (bacaan-bacaan yang mengagungkan nama Tuhan, red), fatihah lancar, shalatnya benar, bisa jadi imam salat yang khusyu. Sami nggih? Alhamdulillah nek wis sami,” terang Gus Maksum usai pengumuman TimNas AMIN di Jakarta, Selasa (14/11/2023).

Baca Juga  Gelar Dialog Kepemudaan, Pemuda Mahasiswa Ganjar Serukan Pemilu Damai Tanpa Hoaks

Lebih jauh lagi, Gus Maksum mengungkapkan, kriteria-kriteria itu ada pada Calon Presiden Anies Baswedan dan Calon Wakil Presiden Gus Muhaimin Iskandar atau AMIN.

“Nah, Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang bisa ngaji, bisa baca shalawat, baca ratibul hadad (bacaan-bacaan yang mengagungkan nama Tuhan, red), fatihah lancar, shalatnya benar, bisa jadi imam salat yang khusyu itu menurut saya ada pada Calon Presiden Anies Baswedan dan Calon Wakil Presiden Gus Muhaimin Iskandar atau AMIN,” papar Gus Maksum.

Sementara, KH Nasirul Mahasin. atau yang dikenal dengan Gus Mahasin adalah ulama atau kiai asal Rembang, Jawa Tengah yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Tahfidzal Qur’an Narukan Rembang, Jawa Tengah.

Sebelumnya, dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Rembang periode tahun 2000-2005.

Gus Mahasin juga merupakan kakak dari Gus Baha. Gus Mahasin merupakan putra sulung Kiai Nursalim. Sementara itu, Gus Baha adalah anak ketiga. Mereka terdiri dari sembilan bersaudara.

Ayah Gus Mahasin, Kiai Nursalim dikenal sebagai ulama pakar Al-Quran asal Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah. Kiai Nursalim merupakan murid KH Arwani al-Hafidz Kudus dan KH Abdullah Salam al-Hafidz Kajen Pati.

KH Nasirul Mahasin menilai, bahwa dengan sangat objektif Anies merupakan sosok ideal yang membawa perubahan pesantren di Tanah Air.

“Menurut saya, tokoh yang paling ideal menjadi Presiden RI ya Mas Anies Rasyid Baswedan. Mas Anies itu sosok yang Islami, kemudian punya visi, dan amanah. Untuk bisa melanjutkan khittah NU yang ada tiga pilar, yakni ukhuwah Islamiyah, ukhuwah watoniah, ukhuwah basyariyah, menurut saya adalah Mas Anies Baswedan. Mas Anies itu putra terbaik bangsa yang bisa menjalankan tiga pilar NU itu,” terangnya.

Baca Juga  Tingkatkan Kemampuan Personel, Lapas Sukamiskin dan Polrestabes Bandung Gelar Pelatihan Pengawalan

Dalam pandangan Wakil Bupati Rembang periode 2000-2005, akhlak adalah sangat penting dari segalanya. “Nah, saya lihat beliau (Anies) itu orang yang punya akhlak yang baik dan santun. Pak Anies itu ‘njawani’,” ujarnya.

Dia pun tegas menyebut Anies merupakan sosok yang tepat untuk membantu memperbaiki permasalahan pesantren di Indonesia. “Salah satu tokoh yang saya idam-idamkan untuk membangun bareng pesantren ke depan ya Mas Anies. Beliau punya visi, lahir dari pendidik. Saya coba objektif bahwa Mas Anies pantas untuk membawa pesantren untuk lebih maju, membawa pesantren kepada perubahan, mempunyai akhlak, punya kajian Islam yang luar biasa mumpuni, dan bisa menciptakan tiga ukhuwah. Itu semua ada di Mas Anies,” terang dia.

Gus Mahasin berharap keadilan di Indonesia dapat ditegakkan oleh pasangan AMIN. “Keadilan ini yang harus ditegakkan. Keadilan dan kesejahteraan terpenting. Dua kata itu penting menurut saya. Mas Anies bisa menjalankan itu untuk Indonesia menjadi negara maju, beradab, dan diperhitungkan di percaturan dunia. Mas Anies orang yang pantas memimpin republik ini,” tandasnya. (dil)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *