Jadikan Kaesang Ketum, Pengamat: PSI Sudah ‘Diternak’ Politik oleh Jokowi

Asuransi234 Dilihat

INDOPOS.CO.ID – Analis politik Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting berpandangan penunjukan Kaesang Pangarep menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diduga ada keterlibatan kekuatan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mengingat di sisa masa jabatannya, Jokowi masih butuh partai politik.

“Ada kepentingan antara Jokowi dan keluarganya dengan PSI. Jokowi butuh perahu setelah dia lengser,” kata Ginting melalui gawai, Jakarta, Selasa (26/9/2023).

PSI tentu menargetkan dapat mendapat kursi DPR pada Pileg 2024, setelah gagal dicapai pada tahun 2019 silam. Diketahui torehan suara nasionalnya kala itu hanya mencapai 2 persen.

“PSI butuh Jokowi supaya bisa masuk ke Senayan, dengan Jokowi efek kemungkinan PSI akan lolos ke Senayan,” ucap Ginting.

Menurutnya Jokowi efek masih cukup kuat karena berdasar hasil survei tentang kepuasaan kinerja pemerintah, hasilnya menunjukan cukup positif. Meski persentase survei tersebut tak dijelaskan secara gamblang.

Penyerahan SK Ketum PSI kepada Kaesang Pangarep saat Kopdarnas PSI di Jakarta, Senin (25/9/2023). Foto: YouTube PSI

“Jokowi efek masih punya kekuatan karena dia masih berkuasa. Jokowi merasa sudah saatnya juga dia keluar dari stempel petugas partai,” tutur Ginting.

Ia beranggapan Jokowi bisa lebih leluasa mengelola, partai yang dipimpin anak bungsunya itu. “Di PSI dia bisa jadi pemilik partai, lihat aja baru 2 hari anaknya sudah bisa jadi Ketum partai. PSI ini sudah diternak secara politik oleh Jokowi,” imbuhnya.

Kaesang Pangarep resmi diangkat sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pengangkatan menjadi pimpinan parpol itu dilakukan saat Kopdarnas PSI di Jakarta, Senin (25/9/2023).

Kaesang mengakui memiliki hak istimewa atau privilege sebagai anak Jokowi sebelum menerima posisi tersebut. “Oh privilege, privilege selalu ada, sudah gitu aja,” ucap Kaesang. “Ya privilege. Lah saya mengiyakan, kok masih diulang lagi,” tambahnya. (dan)

Baca Juga  Perluas Kawasan Konservasi KKP Rangkul Stakeholder

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *