Kemendikbudristek: Transformasi Wujudkan SMK yang Lebih Berkualitas

Asuransi82 Dilihat

INDOPOS.CO.ID – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus meningkatkan kualitas pendidikan guna menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing. Salah satunya melalui transformasi pendidikan pada jenjang SMK.

Saat ini, sebanyak 11.716 SMK telah melaksanakan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dengan status Mandiri Belajar sebanyak 2.386 SMK, status Mandiri Berubah sebanyak 7.500 SMK, dan status Mandiri Berbagi sebanyak 428 SMK. Kemudian, lebih dari 12.900 SMK dan pemerintah daerah provinsi, pemerintah kabupaten/kota telah mengakses platform Rapor Pendidikan serta 1.850 SMK telah menjadi pelaksana program SMK Pusat Keunggulan (PK).

Transformasi SMK akan terus dilakukan dengan fokus capaian, dia antaranya meningkatkan persentase lulusan SMK yang bekerja dan berwirausaha, meningkatkan persentase peserta didik dengan kemampuan berbahasa asing, dan meningkatkan jumlah praktisi mengajar dari industri di SMK.

Selain itu, fokus capaian lain dalam transformasi SMK adalah mendorong industri untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan SMK dan meningkatkan jumlah guru SMK yang memiliki sertifikat berstandar industri. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kolaborasi yang erat dari berbagai pihak untuk bersama-sama memajukan pendidikan SMK Indonesia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kiki Yuliati mengatakan, bahwa kegiatan Sinkronisasi dan Harmonisasi Program Pengembangan SMK Tahun 2024 adalah wadah untuk berdiskusi antarpihak. Program-program yang telah dirancang oleh pemerintah diharapkan dapat memberikan manfaat positif bagi daerah khususnya untuk meningkatkan perekonomian daerah.

“Program SMK Pusat Keunggulan tidak hanya tentang urusan pendidikan, tetapi bagaimana dapat berkontribusi dalam peningkatan ekonomi sekitar, menjadi penggerak UMKM, dan ada dampak pengimbasan ke SMK-SMK di sekitarnya,” ujar Kiki Yuliati dalam keterangan, Rabu (21/2/2024).

Dia menuturkan, bahwa peran serta pemerintah daerah dalam pelaksanaan program pengembangan dan penguatan kualitas pendidikan SMK sangatlah penting. “Kami menerima masukan, gagasan, dan pengalaman dari Bapak/Ibu semua. Sudah saatnya kita harus mengajak dan meningkatkan peran serta Pemda. Mari kita pikirkan bersama,” terangnya.

Baca Juga  Lagi, Anies Disambut Puluhan Ribu Pendukung di Bandara Kualanamu

Direktur SMK, Wardani Sugiyanto menambahkan, bahwa pemerintah daerah, industri, unit pelaksana teknis (UPT) pendidikan vokasi berperan penting dalam pelaksanaan program pengembangan SMK. Melalui kegiatan ini, semua pihak khususnya pemerintah daerah diajak untuk mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaan program, praktik baik yang telah dilakukan, serta merencanakan upaya perbaikan dan percepatan pengembangan SMK.

“Kami harap pihak terkait dapat mempersiapkan lebih awal untuk berpartisipasi dalam program pengembangan SMK tahun 2024,” kata Wardani.

Kolaborasi dari berbagai pihak, lanjut Wardani, adalah kunci untuk meningkatkan dan mempercepat transformasi mutu pendidikan vokasi khususnya jenjang SMK yang akan berdampak pada lahirnya SDM yang unggul dan kompeten untuk kemajuan Indonesia. (nas)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *