KPU RI Siap Hadapi Somasi Roy Suryo

Asuransi148 Dilihat

INDOPOS.CO.ID – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Betty Epsiloon Idroos mengatakan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) dihadapkan pada somasi yang diajukan oleh Roy Suryo terkait pernyataan bahwa “Roy Suryo merupakan tukang fitnah”.

“Ketua (Hasyim) menyatakan siap menghadapi dan menyelesaikan semua konsekuensi dari pekerjaannya, termasuk menerima somasi, dengan optimal,” katanya dalam keterangan Kamis (28/12/2023).

Menurutnya, Hasyim sebelumnya mengemukakan pernyataan tersebut dalam rapat pleno pimpinan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI).

Ia meminta agar wartawan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada dirinya. Meskipun demikian, Hasyim terlihat enggan memberikan tanggapan terhadap pertanyaan awak media mengenai hal tersebut.

Sebelumnya, Roy Suryo telah mengirim surat somasi kepada Ketua KPU RI, Hasyim Asy’ari, terkait pernyataannya yang menyebut mantan Menteri Pemuda dan Olahraga sebagai ‘tukang fitnah.’ Somasi disampaikan oleh kuasa hukum Roy Suryo dari IDCC & Associates pada Rabu (27/12).

Ilustrasi gedung KPU. Foto: dokumen INDOPOS.CO.ID

“Pada hari ini, surat undangan dan somasi yang berasal dari pihak kuasa hukum saya telah disampaikan kepada Hasyim Asy’ari, yang alamatnya tertera di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU),” tulis Roy Suryo yang dikutip INDOPOS.CO.ID pada akun X.

Surat somasi disertakan dengan artikel dari media massa yang memuat berita mengenai pernyataan Hasyim yang menuduh Roy Suryo sebagai tukang fitnah. Seorang pakar telematika menilai bahwa pernyataan Hasyim telah merusak kehormatan dan/atau merugikan harkat dan martabat Roy Suryo.

Roy Suryo menganggap bahwa tuduhan Hasyim terhadapnya melanggar Pasal 27 Ayat (3) Juncto Pasal 45 Ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 311 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, serta Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Baca Juga  Hentikan Penghitungan Kecamatan karena Sirekap Error, KPU Diminta Tinjau Ulang

Hasyim Asy’ari diundang untuk datang ke kantor Hukum IDCC & Associates guna melakukan klarifikasi pada Rabu, 3 Januari 2024.

Pernyataan Hasyim bermula dari tuduhan Roy Suryo yang menyatakan bahwa calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakabumung Raka, menggunakan tiga mikrofon sekaligus dalam debat cawapres perdana.

Roy Suryo melalui akun media sosialnya menduga bahwa KPU tidak berlaku adil terkait alat yang digunakan oleh cawapres dalam debat cawapres pada Jumat, 22 Desember lalu.

Tuduhan tersebut mendapat respons dari KPU, yang menegaskan bahwa semua calon wakil presiden mendapatkan perlengkapan yang sama saat mengikuti debat yang diadakan oleh KPU.

KPU menilai analisis Roy Suryo mengenai alat yang digunakan oleh kandidat cawapres dalam debat sebagai keliru dan dianggap sebagai perbuatan fitnah karena menyebarkan informasi yang tidak benar.

“Debat yang bersifat spontan tidak dapat diarahkan, terpengaruh oleh bisikan, atau merujuk pada catatan tertulis. Pernyataan bahwa Roy Suryo merupakan tukang fitnah disampaikan,” pungkas Hasyim. (fer)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *