Lia Camino – www.indopos.co.id

Asuransi18 Dilihat

INDOPOS.CO.ID – Lia seperti saya: sama-sama masih jetlag. Saya datang dari Jakarta, dia dari Santiago di ujung barat Spanyol.

Ini kali kedua Lia ke Santiago: untuk Camino. Anda sudah tahu apa itu Camino: perjalanan rohani ke makam Santo James di Santiago. Lia memang Katolik.

Itu perjalanan penderitaan. Jalan kaki. Sejauh 100 km. Dari Sarria ke Santiago. Lewat jalan-jalan desa.

Ada yang memilih rute (camino) yang lebih jauh. Dari arah Perancis. Atau dari arah mana saja. Bisa pilih. Mau yang 1.200 km juga ada.

Yang paling populer dari arah timur yang 100 km itu. Atau jarak yang sama dari arah selatan: dari kota Porto, di bagian utara Portugis.

Di Camino yang pertama dulu, Lia pilih rute dari selatan itu. Camino jarak 100 km adalah yang minimalis. Soal mau ditempuh berapa hari itu terserah kekuatan iman masing-masing –utamanya kekuatan kaki mereka.

Boleh dalam sehari, boleh seminggu, pun sebulan.

Kapan Anda putuskan untuk Camino lagi yang kedua?

“Di hari begitu tahu Pak Ganjar kalah,” jawab Lia.

Lia adalah ketua tim pemenangan Ganjar-Mahfud. Untuk seluruh Amerika. All out. Sampai plat nomor mobilnya, Lexus, diganti GANJAR. Bukan lagi plat nomor angka. GANJAR itu plat nomor resmi yang didaftarkan di New York.

Lia berhasil. Sukses. Ganjar menang satu putaran: dapat suara lebih 50 persen di Amerika.

Hampir 51 persen.

Tapi pemilih di Amerika hanya 20.000 orang. Apalagi di Vatikan, jauh lebih kecil lagi. Biar pun Ganjar menang di dua negara itu Anda sudah tahu hasil keseluruhannya.

“Begitu quick count menyatakan Pak Ganjar kalah saya bilang ke suami: kita Camino lagi,” ujar Lia. Sang suami, James Sundah, setuju. James, Anda sudah tahu, pencipta lagu ‘Lilin lilin Kecil’.

“Saya juga hubungi anak saya untuk ikut”, kata Lia. Erick, anak mereka, kini umur 26 tahun. Ia lahir di Boston. Sampai tamat SMA di Binus Jakarta. Sarjana manajemen bisnisnya dari Amerika.

Lia lantas cari visa Spanyol. Meski sudah hampir 30 tahun di Amerika Lia masih warga negara Indonesia. Ia sangat cinta Indonesia. Kakeknya dapat bintang dari Presiden Soekarno. Sang kakek seorang pejuang. Penyedia senjata untuk para pejuang kemerdekaan.

Lia aktivis. Gesit. Kerja keras. Dia juga pengacara di New York –khusus untuk urusan imigrasi.

Saya diajak ke kantornya di Queens. Di jalan utama yang strategis. Klien terbanyaknya dari Eropa Timur.

Lia sudah memutuskan mendukung Ganjar sejak Jokowi belum belok kanan. Bahkan sejak Megawati masih terlihat enggan mencapreskan Ganjar.

Lia sendiri menamatkan SMA di Santa Ursula Jakarta. Lalu sekolah musik di Berkeley California.

Spesialisasinya piano. Klasik. Masternya di bidang bisnis di Boston. Lalu mendalami hukum, juga di Boston.

Jadilah Lia seorang jurist doctor. “Jurist doctor bukan PhD. Tidak sama. Gelar itu untuk bisa praktik pengacara,” kata Lia.

Lia begitu kecewa atas hasil Pilpres. Ini kekecewaan kedua di politik.

Lia pernah dipanggil pulang ke Indonesia. Agar aktif di berbagai tim pemenangan capres SBY di periode kedua. Sukses. SBY menang mutlak.

Lia sendiri kalah. Lia adalah caleg DPR RI dari Partai Demokrat. Untuk daerah pemilihan Bangka.

Maling dan copet suara sudah ada saat itu meski belum seseru Pemilu terakhir. Di antara sesama caleg satu partai sudah saling serobot suara.

Lima tahun kemudian Lia all out memenangkan Jokowi. Sukses. Pun lima tahun setelah itu. Kali ini dia tidak menyangka Jokowi belok kanan ke Prabowo di tahap terakhir.

Putusannya untuk Camino sekali lagi adalah cara Lia agar bisa move on setelah itu.

“Saya tipe orang yang mendukung seorang Capres tapi tidak membenci Capres lain,” ujar Lia.

Di perjalanan Camino itu Lia melakukan kontemplasi: apa itu hidup dan untuk apa hidup.

Tiap hari Lia berjalan 20 Km. Selama lima hari. Jari-jari kakinya melepuh. Dibalut. Melepuh lagi. Jalan tidak boleh berhenti. Hati tidak boleh putus asa. (Dahlan Iskan)

Jimmy Marta
Mata pelajaran kesenian adalah yg paling saya ‘benci’. Karena bu guru SD sampai SMP seringnya jadikan jam pelajaran kesenian jadi ajang adu bakat tarik suara. Padahal kesenian kan luas. Ada seni suara, seni rupa, ada teori, not balok dan sejarah seni dan lainnya. Cilakanya pula, menyanyi 50% mempengaruhi nilai kesenian di rapor….wkwk. Maka setiap kali show depan fans kelas selalu unjuk lagu andalan. Garuda Pancasila. Bu guru gk marah, cuma para penggemar yg selalu kuciwa..wkwk. Bagi saya asal gk ditulis dg ballpoin merah, ponten 60 atau C gk masalah…hehe.

djokoLodang
–o– Kata orang, tembang “Gungul-gundul Pacul” diciptakan oleh Sunan Kalijaga di tahun 1400-an, dibantu oleh R.C Hardjosubroto. “Gundul-gundul pacul cul gembelengan Nyunggi-nyunggi wakul kul gembelengan Wakul ngglimpang segane dadi sak latar Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan.” Arti yang tersirat dari liriknya. 1) “Gundul” adalah kepala tanpa rambut. Kepala melambangkan kehormatan seseorang. Rambut adalah mahkota bagi kepala. 2) “Pacul” adalah alat serbaguna yang dimiliki semua rumah tangga di Jawa. a. Bisa bermakna sebagai kawula cilik, rakyat kebanyakan. b. Arti yang lain, pembawa manfaat bagi semua. 3) “Gembelengan” –sembrono, tidak hati-hati. Jumawa. Jadi, * “Gundul Pacul” adalah pemimpin yang diakui –walau tanpa mahota atau gelar resmi– yang selalu berbuat untuk kepentingan rakyat banyak. * Pemimpin harus “eling lan waspada” dalam menjalankan tugasnya. Kalau tidak hati-hati, bisa berantakan semuanya. –jL–

djokoLodang
… Dengan digital itu sebenarnya bagi hasil bisa adil. Untuk para penyanyi dan pencipta lagu. Juga adil bagi cafe, bar, karaoke, restoran, hotel lembaga bisnis lainnya. … * Bisa menerima ketidakadilan dunia. Itu lah LANGKAH PERTAMA menuju kebahagiaan sejati. –jL–

djokoLodang
–jL– … Mbah Surip adalah contoh penyanyi dan pencipta lagu yang tidak mendapat hak-haknya sampai meninggal dunia. Satu lagi: Dodo Zakaria. Yang salah satu lagunya, ‘Di Dadaku Ada Kamu’ membuatnya kena kanker sampai meninggal dunia. … * Mbah Surip dan Dodo Zakaria akan menerima pahala dari Yang Maha Adil. Aamiin … –jL–

Baca Juga  Emrus: Pj Gubernur Riau Harus Mengerti Tata Ruang

Jimmy Marta
James Surga. Jaga mesjid masuk surga..

djokoLodang
-o– … Berapa jumlah artis yang mendaftar untuk dapat bagian royalti dari LMKN? Perusuh seperti Prof Pry tidak perlu tahu. Bisa naik darah: 15.000 orang. Mulai dangdut sampai kolintang. Rock sampai kuda kepang.. … * Baru tahu. Bahwa, p Pryadi itu Professor. Tabik, Prof. Pry. –jL–

Rizal Falih
Bang Haji Rhoma Irama, raja dangdut yang sesungguhnya. Penyanyi sekaligus penulis lagu, musikus, aktor dan juga produser film. Usianya sudah mendekati 80 tahun. Namun masih terlihat sehat jika tampil di depan telivisi. Wajar sekali jika menurut James separo dari rayality kolektif yang dikumpulkanya adalah milik Bang Haji. Sepantasnya saya memanggil beliau eyang atau abah karena jarak umur yang terlalu jauh. Hampir saparonya. Bersama grup band Soneta yang dipimpinya, Bang Eyang Rhoma Irama mencatatkan diri sebagai peraih lima puluh golden record untuk penjualan albumnya. Meraih seratus lebih pengahrgaan nasional, internasional bahkan Lifetime Awards. Sudah ribuan lagu yang diciptakan dan bermain di hampir 30 film layar lebar dan televisi. Dulu film-film eyang Haji adalah tontonan wajib, ditonton dilayar tancap maupun telvisi tetangga. Sebagai artis terkenal, sudah tentu beliau juga diterpa gosip dan kontroversi. Seperti ketika mengkritik goyang ngebor Inul Daratista. Atau kasus Angel Elga, dan lain lain. Apa pun itu, prestasi beliau selama ini, sangat layak mendapatkan apresiasi. Jika saja hak-hak nya sebagai penyanyi dan pencipta lagu benar-benar terpenuhi. Mungkin saja saat ini, beliau menjadi salah satu dari orang terkaya di Indonesia.

Jimmy Marta
Mata pelajaran kesenian adalah yg paling saya ‘benci’. Karena bu guru SD sampai SMP seringnya jadikan jam pelajaran kesenian jadi ajang adu bakat tarik suara. Padahal kesenian kan luas. Ada seni suara, seni rupa, ada teori, not balok dan sejarah seni dan lainnya. Cilakanya pula, menyanyi 50% mempengaruhi nilai kesenian di rapor….wkwk. Maka setiap kali show depan fans kelas selalu unjuk lagu andalan. Garuda Pancasila. Bu guru gk marah, cuma para penggemar yg selalu kuciwa..wkwk. Bagi saya asal gk ditulis dg ballpoin merah, ponten 60 atau C gk masalah…hehe.

Mirza Mirwan
Guru SD (SR) atau mungkin MI Pak DI dulu kayaknya tidak kreatif seperti guru saya. Waktu kelas satu, Pak Yusuf, guru saya, mengajarkan beberapa lagu yang berisi nasihat tentang budi pekerti. Misalnya: Wiwit aku isih bayi / wong tuwa sing ngopeni / Nganti tumeka saiki / isih tansah gemati /Mangkat sekolah disangoni / sandhang pangan wis mesthi / Mula aku wajib ngerti / mbangun turut ngajeni / (Semenjak aku bayi, orang tua yang mengasuh. Hingga sampai sekarang, masih tetap sayang. Berangkat ke sekolah dikasih uang saku. Pakaian dan makan sudah pasti. Maka aku harus tahu diri, selalu patuh dan berbakti) Atau ini, Bocah-bocah kabeh bae, kabeh bae / aja wani nyang wong tuwa / Bapak-ibu ajenana / Yen dikongkon kudu nurut / ulat aja mrengut / lan aja ngresula / luwih-luwih muni ala / iku dosa gedhe / mring wong tuwane / sapa ingkang aweh sandhang / sapa ingkang aweh pangan / (Anak-anak semua, jangan berani sama orang tua. bapak-ibu hormatilah. Kalau diperintah harus patuh, muka jangan keruh, pun jangan mengeluh, apalagi berkata kasar, itu dosa besar, pada orangtua. Siapa yang memberimu pakaian? Siapa pula yang memberi makan). Untuk pelajaran agama juga dibuatkan lagu: Gusti Allah Kang Kuwasa / nggawe bumi lan manungsa / nggawe srengenge lan mbulan / nggawe kewan lan wit-witan / Gusti Allah mung sawiji / ora ana kang madhani / Tanpa rama, tanpa putra, tanpa ibu sarta garwa / Gusti Allah Pangeran kita / ing damel gesang kita / ingkang paring waras-slamet / peparinge….

M.Zainal Arifin
Kalau Pak DI suka nyanyi “Gundul2 pacul” di kelas, saya suka nya nyanyi: “Pak tani igek macul”. Pak tani igek macul, pak tani igek macul, ditubruk macan tutul. Getihe mancur2, getihe mancur2 ditambani beras kencur. Macane mlayu ngidul, macane mlayu ngidul, dibedil mumbul2.

Lagarenze 1301
Saya juga sempat bertanya-tanya, kok bisa ada jamaah haji reguler asal Bojonegoro usia 18 tahun. Padahal, waktu antrean haji Jawa Timur 35 tahun. Setelah googling ke sana ke mari, akhirnya terjawab. Jamaah haji yang berusia 18 tahun itu bernama Mochammad Abdul Azis. Ia menunaikan ibadah haji bersama ibunya, Amisih. Azis menggantikan ayahnya, Mokhamad Mokhtarom, yang meninggal dua tahun lalu. Azis bukan satu-satunya jamaah haji yang berusia 18 tahun. Di Semarang ada Halima Hadi Alfina. Halima tidak menggantikan orangtuanya. Dia ternyata sudah didaftarkan berhaji sejak masih TK. Kini Halima menunaikan ibadah haji bersama kedua orangtua dan saudaranya. Ada juga jamaah haji usia 18 dari Lamongan. Muhammad Alfian Pambudi. Ia bisa berangkat haji berkat program haji prioritas untuk pendamping orangtua dari Kemenag. Orangtuanya daftar haji 2012. Alfian baru didaftarkan 2018. Orangtuanya bisa berhaji 2022 lalu, Alfian baru 2038 nanti. Tapi, orangtuanya menunda berhaji pada 2022 dan 2023 demi menunggu sang anak. Allah memberikan jalan lain. Alfian kini bisa berhaji bersama kedua orangtuanya berkat program pendamping orangtua.

Wilwa
@Handoko. Sejak zaman Konghucu, sudah ada upaya cendekiawan Tiongkok membuat kamus yang menjelaskan “mengapa begini mengapa begitu” sebuah karakter / aksara Mandarin. Yang paling bagus menurut saya pribadi adalah upaya seorang cendekiawan bernama Xu Shen 许慎 (baca: Xii Shen) 58-148 M yang mengarang Shuowen Jiezi 说文解字 (Talking Character Explaining Word) yang dalam upaya menjelaskan sebuah karakter/aksara, Xu Shen mengajukan ide bahwa karakter Mandarin memiliki 540 simbol. Dan Shuowen Jiezi (baca: Shuowen Ciece) inilah yang ditekuni banyak Western Scholars. Ke 540 simbol itu dapat Anda lihat sendiri di wikipedia. Ketik aja keywords: Shuowen Jiezi wikipedia English.

Baca Juga  Panas Nyata - www.indopos.co.id

Handoko Luwanto
Kalo saya dulu tiap kali disuruh nyanyi di depan kelas, lagunya hanya “Pelangi-Pelangi” 🙂 Nyanyinya sambil menatap lantai. Ada teman yang lagunya hanya 1 juga, yaitu “Topi Saya Bundar”. Sementara teman lain lagu “wajibnya” hanya “Tik-tik-tik Bunyi Hujan”.

djokoLodang
p HL, “Balonku ada lima…”

Jo Neca
Saya sempat mendengar berita RRI Pro 3 Jakarta di dalam mobil.Ada seorang calon haji termuda dari daerah sekitaran om Putu..Dan Cak Mul..Umurnya 18 tahun.Emezing..Entah mengapa bisa begitu.Sementara ada yang menunggu lebih dari umurnya.

MULIYANTO KRISTA
Kalau yang dari Bojonegoro itu menggantikan ayahnya yang meninggal dunia 2 tahun yang lalu pak Jo.

Mirza Mirwan
“Nama LMKN pun dimiripkan dengan nama lembaga serupa yang lebih dulu lahir di Amerika,” tulis Pak DI. Yang saya tahu lembaga yang mengumpulkan royalty di AS itu ada beberapa, tetapi tak ada yang menggunakan kata “kolektif” (collective) seperti Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Dua di antaranya adalah lembaga kuasi-pemerintah: ASCAP (American Society of Composers, Authors, and Publishers) yang berdiri tahun 1914, dan BMI (Broadcast Music Inc.) berdiri tahun 1939. Ada, memang, lembaga yang menggunakan kata “collective”, tapi baru dibentuk segera setelah ada Music Modernization Act 2018 — jadi lebih muda ketimbang LMKN. Nama lembaga itu adalah “Mechanical Licensing Collective (MLC”. Dan inilah yang relevan dengan gagasan digital Bang James Freddy Sundah. Sebab MLC yang memberi lisensi dan mengumpulkan royalty dari platform digital seperti Spotify, Apple Music, Amazon Music, Tidal, dsb. Per Oktober 2022 MLC mengumpulkan royalty $700 juta (setara Rp11,2 triliun). Bandingkan dengan target LMKN 2022 setelah Bang James tidak jadi komisioner yang hanya Rp150 miliar — itupun entah tercapai atau tidak. Sepertinya, yang dimaksud Bang James bukan memasukkan kata “digital” dalam UUHC 2014, melainkan dalam Peraturan Pemerintah no. 56/2021 tentang royalty. Saat itu Bang James masih menjadi komisioner LMKN bersama Mas Ebiet G. Ade dan komisioner lain.

Muh Nursalim
Imam Bukhari, Imam Syafii dan para ulama jaman dahulu menulis dan menulis buku. Ribuan kitab sampai hari ini dikaji kaum muslimin di seluruh dunia. Mereka berkarya untuk menebarkan ilmu. Tidak pernah berfikir ruyalti. Karena mereka yakin akan adanya pahala jariyah. Selama kitab yang dikarang masih dibaca orang maka pahala akan terus mengalir kepadanya. Bisa dibayangkan betapa banyak pahala yang mereka peroleh dengan karya-karya itu. Buku memang bukan lagu. Tetapi punya tujuan yang seiring. Buku untuk menghibur akal dan hati sehingga manusia hidup di bimbing ilmu. Sedangkan lagu untuk menghibur telinga dan rasa. Syeikh Yusuf Qardhawi dalam kitab Al halal wal Haram fil Islam (halal haram dalam Islam) menjelaskan bahwa musik itu boleh. Bahkan disebutkan dalam kitab tersebut Nabi bersama Aisyah pernah nonton bareng sebuah pertunjukan. Kata Syeikh Qardhawi, itu dalam rangka menyenangkan sang istri. Yang tidak boleh itu musik yang melalaikan dan yang bertema pujian kepada kejahatanb seperti, judi, mabuk dan perzinahan. Misalnya, ada nyanyian jawa yang terkenal, “milih tuku sate tinimbang ngingu weduse”. Yang memuji pelacuran daripada menikah.

Fiona Handoko
selamat siang bp thamrin, bung mirza, bp agus, bp jimmy, bp heru, bp jo dan teman2 rusuhwan. di sebuah pesta selebriti. reilly, seorang veteran sutradara tertatih tatih ke atas panggung, dengan bantuan kruk. mc bertanya, “anda sering periksa dokter?” “sering.” “mengapa?” “pasien harus seringke dokter. agar dokter dapat uang untuk bertahan hidup.” penonton bertepuk tangan. memuji optimisme dan bahasa jenaka lelaki tua itu. mc melanjutkan pertanyaan. “apakah anda sering bertanya ke apoteker tentang cara minum obat?” “tentu saja. karena apoteker juga harus cari uang untukbertahan hidup!” plok plok plok. penonton bertepuk-tangan. “apakah anda sering minum obat?” “walah, saya sering buang obatnya. karena saya masih ingin hidup!” penonton tertawa terbahak bahak. mc berkata, “terima kasih bapak berkenan naik panggung.” orang tua menjawab, “sama2. saya khan tahu. kamu juga ingin hidup.” penonton tertawa berderai, standing applause untuk mc dan pak tua.

Lagarenze 1301
Santai sejenak. Seorang suami menyadari bahwa pendengaran istrinya memburuk. Beberapa kali ia bertanya, istri tidak menjawab. Suami pun mengunjungi dokter untuk meminta nasihat. “Saya tidak bisa langsung memberitahu istri saya bahwa pendengarannya memburuk. Dia bisa tersinggung, mengingat usia kami,” katanya kepada dokter. “Ada trik sederhana yang bisa Anda coba untuk mengetahui pendengarannya,” ujar dokter. “Cukup ajukan pertanyaan padanya dari kejauhan dan jika dia tidak mendengarmu, mendekatlah sedikit, dan tanyakan lagi sampai dia mendengarnya.” Sore itu, suami tiba di rumah dan melihat istrinya sedang memasak di dapur. Ia berpikir, “Ini kesempatan yang sempurna untuk menguji pendengarannya.” Suami berdiri di ambang pintu dapur dan segera bertanya, “Makan malamnya apa, Sayang?” Tidak ada jawaban. Dia bergerak mendekat, “Makan malamnya apa, Sayang?” Masih tidak ada jawaban. Dia bergerak lebih dekat. “Makan malamnya apa, Sayang?” Tetap saja istrinya tidak menjawab. Suami semakin menyadari betapa serius masalah pendengaran istrinya. Suami semakin mendekat dan kini berdiri tepat di samping istrinya. “Makan malamnya apa, Sayang?” Istri: “Ini sudah keempat kalinya aku memberitahumu, kita akan makan ayam goreng!!!”

Gianto Kwee
Lagu Favorit saat SD dan SMP lengkap dengan Not nya Satu dua tiga, semua harus diam 5 1 5 4 3 2 2 3 4 6 5 4 3 Diam jangan Ramai supaya jadi Pandai 5 1 5 4 3 2 1 1 7 5 6 7 1 Lebih pendek dari Gundul – gundul pacul

Jimmy Marta
Judulnya : Diam pangkal pandai. Penciptanya : GK

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *