Reskrim Polsek Pademangan Hadiahi Timah Panas ke Pelaku Curanmor Bersenpi

Asuransi150 Dilihat

INDOPOS.CO.ID – Kepala Polisi Sektor (Polsek) Metro Pademangan Kompol Hatorangan Sianturi mengatakan Jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) berhasil menangkap salah satu pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang bersenjata api rakitan di Pademangan Timur.

“Kejadian ini dimulai pada Selasa (12/12/2023) ketika korban, yang hendak bekerja, menemukan sepeda motornya hilang setelah memarkirkannya. Korban segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Pademangan,” katanya kepada wartawan, Selasa (16/1/2024).

Menurutnya, setelah melakukan olah TKP dan memeriksa CCTV, Kanit Reskrim memimpin tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Pademangan untuk mengejar dua tersangka, HS dan E, yang terdeteksi berada di Sawah Besar.

“Saat petugas memepet kendaraan mereka, HS melawan dengan mengeluarkan senjata api rakitan jenis revolver. Untuk menghindari risiko, petugas melakukan tindakan tegas terukur dan berhasil menangkap HS. Namun, pelaku lain, E, berhasil melarikan diri dengan sepeda motor,” ujarnya.

Ia menjelaskan dari tangan pelaku HS, petugas menemukan senjata api rakitan, lima butir peluru kaliber 9 mm, beberapa mata kunci, kunci magnet, kunci Letter L, serta sepeda motor milik korban.

“Saat ini, petugas sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku E yang kabur,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Pademangan AKP I Gede Gustiyana menjelaskan para pelaku, HS dan E, telah terlibat dalam 20 kali aksi pencurian kendaraan bermotor, termasuk dua kali di Jakarta Utara, yaitu di Pademangan dan Pluit.

“Senjata api yang mereka bawa digunakan sebagai alat bela diri jika mereka terancam oleh calon korban, dan dalam situasi terdesak, mereka tidak ragu menggunakan senjata api, seperti yang terjadi di Pluit,” ujar Gusti.

Gusti menegaskan senjata api rakitan yang dimiliki oleh tersangka E dibeli seharga Rp3,5 juta di daerah Jabung, Lampung Timur.

Baca Juga  Komitmen Dorong Pemberdayaan Masyarakat, BUMI Siap Usung Langkah Kolaboratif

Selanjutnya, senjata tersebut digunakan dalam aksi kejahatan mereka.

Tersangka HS dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951, yang menghadapi ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara sebagai konsekuensi dari perbuatannya. (fer)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *