Spirit Refining Sustainability Kilang Pertamina Internasional Diwujudkan dalam Aksi Nyata Dekarbonisasi

Asuransi227 Dilihat

INDOPOS.CO.ID – Prestasi nyata PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) di usia ke-6 ditunjukkan dengan kontribusinya dalam mengawal roadmap dekarbonisasi dan transisi energi. Tak tanggung-tanggung, terhitung akumulatif hingga tahun 2022, KPI tercatat telah berhasil mengurangi emisi karbon setara 3,3 juta ton CO2.

“Dengan capaian tersebut, Kilang Pertamina Internasional menjadi salah satu kontributor utama di lingkungan Pertamina untuk mengawal upaya dekarbonisasi. Komitmen ini akan terus kami lanjutkan dengan target reduksi emisi operasi hingga 32 persen di tahun 2030 guna menyambut Bauran Energi 2030 maupun Net Zero Emission 2060 yang dicanangkan pemerintah Indonesia,” kata Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman dalam keterangannya, Jumat (17/11/2023).

Selain itu, dalam menjalankan pengembangan kilang dan menghadapi transisi energi ke depan, KPI berupaya untuk menyeimbangkan antara Security, Affordability, dan Sustainability atau yang disebut dengan Energi Trilemma. Sehingga, fokus KPI adalah untuk dapat memproduksi bahan bakar fosil termasuk bahan bakar minyak (BBM) sesuai kebutuhan nasional namun dengan emisi yang lebih rendah atau ramah lingkungan, serta berfokus pada hilirisasi produk turunan kilang seperti Petrokimia.

Aspek transisi energi berkeadilan yang mempertimbangkan pasar tersebut selaras dengan kajian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sekretaris Jendral Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, dalam acara webinar dengan tema The Paths Towards Energy Transition yang diselenggarakan oleh Energy & Mining Editor Society, menuturkan peranan bahan bakar fosil termasuk BBM masih dibutuhkan sebagai sumber bahan bakar di sektor transportasi dalam transisi energi.

“Nantinya, kendaraan yang masih menggunakan BBM dapat melakukan konversi ke kendaraan listrik, atau peningkatan spesifikasi agar emisinya berkurang,” ujar Dadan.

Strategi Dekarbonisasi KPI

Taufik Aditiyawarman menjelaskan, KPI telah merancang strategi utama guna menjawab penurunan emisi karbon di Kilang: yaitu berbasis teknologi, hingga berbasis alam atau Nature-Based Solution.

Baca Juga  Penyusunan Kabinet, Prabowo Siap Terima Masukan Mantan Presiden

“Strategi pertama yaitu berbasis teknologi, ditunjukkan dengan upaya penurunan emisi aset eksisting seperti Flare Gas Recovery System (FGRS), pemanfaatan utilisasi eksternal dan Advanced Process Control (APC). Selain itu kami juga aktif dalam mengembangkan proyek Kilang Hijau (Green Refinery) termasuk salah satunya di Kilang Cilacap untuk meningkatkan efisiensi energi. Di fase ke-2 nanti, Kilang Cilacap dirancang untuk dapat mengolah minyak jelantah,” jelasnya.

Kapasitas produksi Kilang Hijau Cilacap yang berada di angka 3000 barrel akan ditingkatkan menjadi 6 ribu barrel saat nantinya beroperasi penuh di tahun 2026.

Selain itu, KPI juga mencanangkan solusi berbasis alam. Artinya, selain memproduksi energi beremisi rendah seperti Pertamina Renewable Diesel dan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF), KPI juga menggawangi program pelestarian lingkungan termasuk penanaman mangrove di sekitar area kilang.

HUT Ke-6, “Refining Sustainability”

Sejalan dengan penjelasan Taufik Aditiyawarman, Corporate Secretary KPI, Hermansyah Y Nasroen menyebutkan bahwa di HUT Ke-6 KPI mengusung spirit Refining Sustainability. Hermansyah menyebutkan bahwa tema tersebut sejalan dengan tiga kontribusi utama KPI di tahun 2023 untuk Indonesia.

“KPI telah menunjukkan kontribusi nyata untuk aspek ketahan energi nasional, aspek pembangunan nasional, serta aspek keberlanjutan. Sehingga, tema keberlanjutan kami gaungkan di HUT Ke-6 ini,” terang Hermansyah.

Lebih lanjut ia menerangkan prestasi keberlanjutan PT KPI ditunjukkan dari beberapa milestones seperti angka ESG Rating yang mencapai 24,2 dan akan terus diturunkan, 4 GOLD Proper tahun 2022, reduksi emisi, produksi biofuel hingga pencanangan Sustainable Aviation Fuel 2,4 persen yang sudah diuji coba dengan Garuda.

“Komitmen kami tidak akan terhenti di HUT ke-6 ini. Kedepannya KPI akan terus mengawal transisi energi berkeadilan serta menyokong visi Sustainable Development Goals,” pungkas Hermansyah.

Baca Juga  Masih Sesi Latihan, F1Powerboat 2024 Area Sirkuit Sudah Padat

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) merupakan anak perusahaan Pertamina yang menjalankan bisnis utama pengolahan minyak dan petrokimia sesuai dengan prinsip ESG (Environment, Social & Governance). KPI juga telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi operasional sebagai bagian dari penerapan aspek ESG.

PT KPI akan terus menjalankan bisnisnya secara professional untuk mewujudkan visinya menjadi Perusahaan Kilang Minyak dan Petrokimia berkelas dunia yang berwawasan lingkungan, bertanggung jawab sosial serta memiliki tata Kelola perusahaan yang baik. (srv)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *