Buruh Aksi Jalan Kaki Bandung-Jakarta, Bawa Empat Tuntutan

Berita340 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Buruh yang tergabung dalam Partai Buruh dan organisasi serikat buruh berencana melakukan aksi berjalan kaki atau longmarch dari Bandung hingga Jakarta, mulai 2 hingga 9 Agustus 2023. Longmarch akan dimulai dari Gedung Sate, Bandung pukul 09.00 WIB dan berakhir di depan Istana Negara, Jakarta. 

Presiden Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan aksi longmarch Bandung-Jakarta ini akan diikuti ratusan orang. “Di mana di setiap kota industri yang dilalui akan disambut ribuan buruh yang keluar pabrik,” ujar dia lewat keterangan tertulis pada Sabtu, 29 Juli 2023.

Adapun Lokasi penyambutan ribuan buruh adalah di alun-alun Cimahi, dan di sepanjang Kawasan industri Cilame Padalarang (Kabupaten Bandung Barat). Selain itu di sepanjang kawasan industri Leuwigajah Cimahi, Kawasan Industri Purwakarta, Kawasan Industri Karawang, Kawasan Industri Bekasi, Kawasan Industri Pulogadung, dan terakhir di Istana dan Gedung Mahkamah Konstitusi.

Aksi longmarch ini membawa tema ‘Galang Lima Juta Juta Petisi Buruh dan Rakyat Kelas Pekerja Demi Mewujudkan Negara Sejahtera’. “Selama long march akan disebarkan surat petisi buruh dan rakyat kelas pekerja yang berisikan empat tuntutan,” tutur Said Iqbal.

Iklan

Adapun tuntutan pertama adalah cabut omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja. Kedua, naikkan upah minimum 2024 sebesar 15 persen. Ketiga, cabut presidential threshold 20 persen menjadi nol persen, dan yang keempat, Cabut Undang-Undang Kesehatan. Nantinya, surat petisi tersebut akan dikirimkan ke Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Pimpinan DPR RI. 

“Selain KSPI, longmarch juga diikuti elemen Partai Buruh lainnya seperti ORI, KPBI, KSBSI, SPI, FSPMI, FSPKEP, SPN, FSP FARKES, FSP TSK, FPTHSI, PERCAYA, buruh migran, PRT, aliansi nelayan, miskin kota, ojol, dan organisasi kerakyatan lainnya,” kata Said Iqbal.

Baca Juga  Kemenkes Sediakan Kanal Aduan Perundungan Dokter, Minta Korban Tak Takut Melapor

Pilihan Editor: Luhut Sebut Digitalisasi Kurangi Korupsi, Kepala Basarnas jadi Tersangka karena Mengakali E-Katalog?



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *