Dmitry Medvedev Prediksi Konflik Ukraina Mungkin Bisa Sampai Berpuluh Tahun

Berita308 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev pada Sabtu, 19 Agustus 2023, memprediksi kerapuhan hubungan antara Rusia dan Ukraina mungkin akan memakan waktu bertahun-tahun atau bahkan berpuluh tahun. Bagi Rusia, perang Ukraina ini adalah sebuah konflik eksistensial dan sebuah pertempuran yang harus diperjuangkan.

Medvedev, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia, mengatakan Rusia harus menghancurkan dan sepenuhnya membongkar Ukraina sebagai negara, di mana teroris berada di sana serta memastikan segala kegaduhan ini tidak terjadi lagi.   

“(Perang) mungkin akan makan waktu bertahun-tahun atau bahkan berpuluh tahun, jadi biarkan lah. Kami tak punya pilihan, meskipun kami akan menghancurkan rezim politik mereka (Ukraina) atau negara-negara Barat secara kolektif mengoyak Rusia sampai berkeping-keping. Pada kasus ini, semuanya akan sama-sama hancur. Tak ada yang membutuhkan ini,” kata Medvedev.     

Bagi Medvedev, permusuhan yang sedang terjadi saat ini adalah sebuah perang yang aneh dan dukungan negara-negara Barat pun diyakini tak akan berlangsung lama. Dengan pendekatan yang terjadi saat ini, maka pendekatan yang dilakukan negara-negara Barat pasti akan kalah.   

“Bagi mereka, ini adalah sebuah perang yang aneh, di mana orang yang asing bagi mereka (negara-negara Barat) sekarat. Mereka pun tidak merasa bersalah pada korban tewas. Negara-negara Barat tidak akan melampaui titik, di mana kepentingan mereka terlalu banyak dirugikan,” kata Medvedev.

Medvedev sangat yakin dukungan negara-negara Barat pada Ukraina pada akhirnya akan mengering. Sebab perang Ukraina cepat atau lambat akan membosankan, memakan biaya dan tidak lagi masuk akal.  

Iklan

Selama perang Ukraina berkecamuk, negara-negara Barat telah mengucurkan bantuan militer dan ekonomi ke Ukraina. Sejumlah pejabat tinggi berulang kali menyatakan ingin melihat Rusia terkalahkan di medan tempur. Rusia secara konsisten mendesak negara-negara Barat agar berhenti mempersenjatai Ukraina karena yang dilakukan ini hanya akan memperpanjang permusuhan dan menimbulkan lebih banyak kerusakan pada warga Ukraina tanpa mengubah hasil akhir.         

Baca Juga  Niat Salat Hajat, Tata Cara Pelaksanaan hingga Doa Setelahnya

Sumber: RT.com

Pilihan Editor: Medvedev: Kami Terpaksa Gunakan Senjata Nuklir Jika Serangan Ukraina Berhasil

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *