Ini Alasan Burger Disebut Makanan Tidak Sehat

Berita313 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaBurger merupakan salah satu makanan cepat saji yang bisa menjadi pilihan untuk camilan atau makan berat. Namun, sebagian orang tidak menyukainya lantaran burger dianggap makanan tidak sehat. Benarkah?

Burger kaya akan lemak, kalori, dan sodium yang tidak baik untuk kesehatan meski sekali makan. Burger mengandung kolesterol dan lemak jenuh dalam jumlah berlebihan.

Pada dagingnya, terdiri lemak yang meningkatkan kadar kolesterol. Saat makan burger, kadar kolesterol dalam darah meningkat, sehingga meningkatkan kemungkinan gangguan jantung. 

Menurut World Health Organization, daging olahan mengacu pada daging yang telah diubah melalui penggaraman, pengawetan, fermentasi, pengasapan, hingga proses lain untuk meningkatkan rasa dan pengawetan.

Sebagian besar daging olahan mengandung daging ayam atau sapi, tetapi daging olahan juga dapat mengandung daging merah lainnya seperti unggas, jeroan, atau produk sampingan daging.

Produk daging ini dipisahkan secara mekanis dan diolah dengan amonia untuk menghancurkan bakteri. Proses seperti itu biasanya berbahan dasar daging sapi murah.

Tak jarang, makanan cepat saji bisa dikonsumsi juga untuk makan siang. Hal ini dapat mempengaruhi sistem pernapasan tubuh dan juga menyebabkan kerusakan pada kulit.

Iklan

Dilansir dari Times of India, burger juga kaya sodium yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah dan risiko stroke, di mana suplai darah berkurang atau terganggu ke bagian otak.

Burger ayam atau bahkan burger telur sederhana yang dibuat di pasaran penuh dengan keju, saus tomat, mayo, dan bahan lainnya. Semua bahan ini berbahaya bagi kesehatan tubuh apalagi jika terlalu sering.

Burger telur sederhana mengandung lebih dari 500 kalori yang bukan merupakan jumlah sehat. Termasuk kalori dari semua bahan, burger memiliki 57 persen total kalori per hari.

Baca Juga  Takaaki Nakagami Ingin Tetap Bersama Honda Meski Ditinggal Marc Marquez

Asupan natrium yang tinggi pada makanan cepat saji ini tidak baik untuk kesehatan orang dewasa. Jumlah natrium yang tinggi dapat berdampak negatif pada pembuluh darah.

Pilihan Editor: Ini Bedanya Fast Food atau Makanan Cepat Saji dan Junk Food



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *