Kembangkan Yogurt Bawang Merah, Kemendikbudristek Angkat Dosen Teknologi Pangan Jadi Guru Besar

Berita330 Dilihat

Kamis, 13 Juli 2023 – 14:14 WIB

Tangerang – Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) mengangkat dosen Program Studi (Prodi) Teknologi Pangan, Profesor Adolf Parhusip sebagai Guru Besar Mikrobiologi Pangan.

Baca Juga :

Bisa Menghambat Pertumbuhan Kanker, Ini 5 Manfaat Kesehatan Daun Sirsak

Pengangkatan ini diresmikan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) tertanggal 1 Mei 2023. Dimana, Profesor Adolf berhasil menjadi guru besar setelah berhasil menemukan pengembangan yoghurt sinbiotik berbasis nabati dengan mikroenkapsulasi bakteri asam laktat untuk mendukung kesehatan masyarakat.

Kemendikbudristek Angkat Dosen Teknologi Pangan Jadi Guru Besar

Photo :

  • Sherly Kontributor Tangerang/VIVA

Baca Juga :

Fraksi PKS DPRD Sumut Dorong Kemendikbudristek Evaluasi PPDB Sistem Zonasi

Dimana, ia menyoroti pengembangan yoghurt sinbiotik dengan bahan dasar nabati yang memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan manusia.

“Temuan ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang menghindari produk yang menggunakan bahan dasar hewani,” katanya, Kamis, 13 Juli 2023.

Baca Juga :

Anggota DPR Desak Kemendikbud Kaji Ulang Kebijakan Zonasi PPDB

Lanjut dia, yoghurt sinbiotik adalah kombinasi antara probiotik dan prebiotik. Di mana, yoghurt dibuat dengan menggabungkan bakteri probiotik dengan bahan pangan yang mengandung prebiotik berbasis nabati, seperti inulin yang terdapat di dalam kacang lentil merah, ubi ungu, hingga bawang merah.

Halaman Selanjutnya

“Bahan pangan ini dapat memenuhi standar mutu yoghurt sinbiotik karena memiliki kadar serat yang tinggi dan bermanfaat bagi saluran pencernaan manusia. Konsep kombinasi fermentasi, sinbiotik, dan mikroenkapsulasi diaplikasikan dalam pengembangan produk pangan yoghurt sinbiotik yang sehat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

img_title



Quoted From Many Source

Baca Juga  Kementerian ESDM Bakal Implementasikan Bioetanol E5, Dimulai di Surabaya dan Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *