Keren, Doktor FKUI Temukan Teknik Baru dalam Operasi Kebocoran Katup Jantung pada Anak

Berita220 Dilihat

Kamis, 13 Juli 2023 – 11:37 WIB

Depok – Katup mitral merupakan katup yang menghubungkan antara serambi kiri dan bilik kiri jantung. Kebocoran atau regurgitasi pada katup mitral menyebabkan pompa dari bilik kiri jantung tidak optimal, sehingga dapat meningkatkan beban kerja otot jantung dan pompa darah ke seluruh tubuh terhambat. Apabila hal ini tidak ditangani, fungsi bilik jantung akan menurun dan berujung pada gagal jantung. 

Baca Juga :

Terus Disalahkan, Alshad Ahmad Tunggu Hasil Lab Penyebab Anak Harimau Mati

Selama ini, operasi untuk penanganan regurgitasi katup mitral dilakukan dengan mengganti katup mitral dengan katup prostetik. Namun, seiring dengan pemahaman struktur anatomi, fungsi, dan patofisiologi katup mitral yang berkembang pesat, strategi operasi regurgitasi katup mitral bergeser dari penggantian katup menjadi perbaikan katup.

Perbaikan katup mitral ini dinilai lebih memberikan manfaat luas dengan angka kematian dini dan lanjut yang lebih rendah, preservasi fungsi bilik kiri lebih baik, serta rendahnya risiko pembekuan darah, komplikasi terkait obat antikoagulan, dan infeksi jantung.

Baca Juga :

IDI Menentang Tindak Bullying, Minta Pemerintah Perjelas Regulasi

Hal ini disampaikan oleh dr. Budi Rahmat, SpBTKV(K)-P., saat memaparkan disertasinya yang berjudul “Teknik Elevasi Anulus Posterior dalam Mengurangi Regurgitasi Residual pada Perbaikan Katup Mitral Pasien Anak” pada sidang terbuka promosi doktor yang diadakan oleh Program Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Ia menyampaikan, studi sebelumnya (Baghaei dkk, 2015) melaporkan bahwa dengan teknik operasi konvensional yang ada saat ini, insiden terjadinya regurgitasi residual (sisa kebocoran) katup mitral pasca-operasi adalah sebesar 62.3%.

Baca Juga :

Sikap Tegas FKUI Tangani Kasus Bullying di Lingkungan Pendidikan Kedokteran

Baca Juga  Viral di TikTok, Apa Sih Tradisi Pacu Jalur?

dr. Budi Rahmat, SpBTKV(K)-P

Sementara itu, dari data Unit Bedah Jantung Anak, Pusat Jantung Nasional Harapan Kita terdapat 49% terjadi sisa kebocoran katup mitral pasca-operasi perbaikan katup mitral. “Itu terjadi dikarenakan daerah pertemuan antara kedua daun katup mitral yang tidak optimal. Regurgitasi residual katup mitral pasca-operasi dapat memberikan dampak negatif, yakni timbulnya gagal jantung, rusaknya sel-sel darah dan menghambat proses perbaikan fungsi otot jantung pasca-operasi,” ujar dr. Budi.

Halaman Selanjutnya

Atas permasalahan tersebut, dr. Budi Rahmat melakukan penelitian mengenai operasi katup mitral dengan teknik elevasi anulus posterior katup mitral yang bertujuan untuk meningkatkan area pertemuan kedua katup mitral, sehingga mengurangi risiko kebocoran katup mitral pasca-operasi konvensional. Penelitian dilakukan pada 64 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok dengan teknik elevasi anulus posterior katup mitral dan kelompok dengan teknik operasi konvensional.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *