Sheikh Assim Al-Hakeem Larang Bersuara Keras di Masjid, Bagaimana dengan Pengeras Suara?

Berita225 Dilihat

Sabtu, 29 Juli 2023 – 14:38 WIB

VIVA – Ulama asal Saudi Arabia, Sheikh Assim Al-Hakeem beberapa waktu lalu hadir di Tabligh Akbar yang diselenggarakan di Masjid Al –Jihad Medan Baru, Minggu, 23 Juli 2023.

Baca Juga :

Keamanan Siber di Indonesia Masih Rendah, Penerapan Sanksi Hukum Jadi Sorotan

Ketika hendak naik ke atas mimbar, Jemaah yang hadir mengucap takbir. Setelah duduk, Sheikh Assim Al-Hakeem mengatakan bahwa teriakan takbir di masjid bukanlah sunnah, tidak diperbolehkan dan dianggap tidak menghormati masjid.

Rasululloh pernah berpesan, kata Sheikh, jangan keraskan suara berlebihan di dalam masjid. Pernyataan Sheikh Assim Al-Hakeem ini pun menimbulkan pertanyaan warganet soal pengeras suara di masjid. Lantas, bagaimana hukumnya?

Baca Juga :

Satgassus Polri: Seharusnya KPK Mudah Tangkap Harun Masiku

Dikutip dari NU Online, terdapat 7 dalil atau argumentasi ilmiah tentang pengaturan penggunaan pengeras suara yang perlu dipahami dari Kitab I’lâmul Khash wal ‘Amm bi Anna Iz’ajan Nasi bil Mikrufun Haram (Pemberitahuan Bagi Orang Pintar dan Orang Awam Bahwa Mengganggu orang Lain dengan Mikrofon Hukumnya Haram) karya Sayyid Zain bin Muhammad bin Husain Alydrus, Dosen Universitas Al-Ahgaf Yaman.

Baca Juga :

Gus Yahya Tegaskan PKB Bukan Representasi NU meski Didirikan oleh Ulama dan Nahdliyin

Dalil pengaturan pengeras suara di tempat ibadah

Pertama, terdapat banyak ayat dan hadits yang memerintah untuk memelankan suara dalam shalat, dzikir dan doa. Sebagai contoh adalah ayat dan hadits dari surat Al-A’raf ayat 205 yang artinya, “Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” 



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *