Sudah Jadi Tradisi, Apa Hukum Ziarah Kubur? Ini Kata Ustaz Adi Hidayat

Berita278 Dilihat

Senin, 31 Juli 2023 – 14:48 WIB

Jakarta – Tradisi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan sejak zaman dahulu dan masih dilakukan hingga kini secara terus menerus. Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal memiliki berbagai macam tradisi. Membahas tradisi di Indonesia seakan tidak pernah ada habisnya.

Baca Juga :

Cerita Gadis Berusia 10 Tahun Wujudkan Mimpi Menikah Sebelum Meninggal Karena Kanker

Salah satu tradisi yang hingga kini masih dilakukan, khususnya di kalangan umat Muslim Indonesia adalah ziarah kubur atau mendatangi lokasi kuburan orang sudah meninggal dunia. Umumnya tradisi ini dilakukan satu minggu sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Masyarakat percaya dengan adanya tradisi ziarah kubur ini, mereka dapat membahagiakan orang yang telah meninggal dunia. Kemudian, juga berharap agar Allah dapat mengampuni ahlikubur tersebut. Di Jakarta sendiri tradisi ini masih terus dilakukan hingga kini.

Baca Juga :

Kronologi Meninggalnya Ibunda Kikan Cokelat, Berjuang Lawan Kanker Bertahun-tahun

Lantas, bagaimana hukum ziarah kubur?

Baca Juga :

Kapolsek Jatinegara Kompol Entong Meninggal Usai Salat

Ulama kenamaan Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa ziarah memiliki arti kunjungan. Di Indonesia kata ziarah sendiri sangat identik dengan kubur lantaran keduanya sering disandingkan. Dia mengatakan ziarah sebetulnya juga dapat digunakan untuk mengunjungi orang yang masih hidup.

“Jadi saya menziarahi antum, berarti saya mengunjungi antum. Mau kemana Ustaz? Mau ziarah ke tempat Pak Lutfi. Kan Pak Lufi masih hidup? Nah, ziarah itu bukan hanya mengunjungi orang yang sudah wafat saja. Ziarah itu bisa diartikan mengunjungi orang yang masih hidup. Bisa,” jelas Adi Hidayat dikutip dari YouTube Audio Dakwah, Senin, 31 Juli 2023.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *