Survei: 52 Persen Warga Jerman Menolak Berlin Kirimkan Rudal Taurus ke Ukraina

Berita300 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Sebuah survei yang dilakukan ARD-DeutschlandTrend dan dipublikasi pada Jumat, 18 Agustus 2023, memperlihatkan sebagian besar warga Jerman menentang gagasan untuk mengirimkan ke Kyev sejumlah rudal jarak panjang karena berpotensi digunakan untuk menyerang Rusia.

Sekitar 52 persen responden dengan tegas menentang pengiriman rudal-rudal semacam itu dan hanya 36 persen yang mendukungnya. Diketahui pula ada 12 persen responden yang memilih untuk tidak beropini.

Rudal Taurus KEPD 350 buatan Swedia-Jerman punya jarak tempuh hingga 500 kilometer dan bisa membawa sebuah hulu ledak sampai seberat 500 kilogram. Jika sampai rudal ini dikirim ke Ukraina, maka ini akan menjadi rudal jarak jauh yang paling cepat yang dimiliki Ukraina.

Hasil survei memperlihatkan pula kalau sudut pandang warga negara Jerman terbelah dalam melihat perang Ukraina ini, baik secara geografi mau pun politik. Sekitar 70 persen responden yang tinggal di Jerman timur menentang Berlin memberikan rudal Taurus ke Ukraina, sedangkan 47 persen yang ada di Jerman barat mendukung Berlin mengirimkannya.

Dalam hal beraliansi, sekitar 68 persen pendukung Partai Hijau setuju Berlin mengirimkan sejumlah rudal ke Ukraina. Begitu pula dengan simpatisan Partai Kebebasan Demokrat, yang 56 persen mendukung langkah ini. Kedua partai tersebut, beraliansi dengan Partai Alternatif untuk Rakyat Jerman (AfD). Di sisi lain, sebanyak 76 persen responden menentang gagasan tersebut.

Hasil survei ini memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan dibanding jajak pendapat yang dilakukan pada awal bulan lalu oleh lembaga peneliti Forsa, dalam hal posisi responden yang menetang pengiriman rudal Taurus. Dalam survei bulan lalu, sebanyak 66 persen responden menolak gagasan mengirimkan rudal jarak jauh ke Ukraina.

Baca Juga  MA Tolak PK Moeldoko, AHY Pagi Ini Beri Pernyataan Sikap

Iklan

Sebelumnya, Kanselir Jerman Olaf Scholz meyakinkan Jerman tidak akan menceburkan diri dalam perang Ukraina, namun Jerman akan terus mensuplai persenjataan ke Kyev. Kepastian itu disampaikan Scholz di tengah sebuah diskusi publik soal apakah Berlin harus mensuplai rudal – rudal Taurus jarak Panjang ke Kyev.

Menurut Scholz, pihaknya sangat mencegah Jerman secara aktif terlibat dalam perang Ukraina. Untuk itulah kenapa Jerman tidak menempatkan tentara di Ukraina dan pengerahan tentara ke sana tidak akan pernah terjadi.

Sumber: RT.com

Pilihan Editor: Ridwan Kamil Datang ke GIIAS 2023 untuk Survei Mobil Listrik

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *