Terancam Ditutup, SD Negeri di Pringsewu Hanya Punya 5 Murid

Berita314 Dilihat

Jumat, 21 Juli 2023 – 13:08 WIB

Pringsewu – Dua tahun tidak mendapatkan murid baru, Sekolah Dasar Negeri 3 Margakaya, Kabupaten Pringsewu, Lampung akan ditutup permanen.

Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan gedung sekolah dasar tersebut terlihat dibangun di tengah tengah pusat desa. Namun, kondisinya pun sangat memprihatinkan.

Nampak terlihat, satu blok gedung kelas sudah tidak terawat lagi. Begitu juga, bangunan gedung yang lainnya.

Nuheri, Kepala Sekolah SDN3 Margakaya mengatakan bahwa dari awal dirinya menjabat sebagai Kepala sekolah muridnya dalam kondisi sudah sedikit dan sepi.

Baca Juga :

Daniel Mananta Enggan Anaknya Masuk Sekolah Ini, Diduga Anut Ajaran LGBTQ

SD Negeri di Pringsewu Lampung terancam ditutup

“Saya telusuri kenapa seperti ini. Kebanyakan mereka ingin yang lebih dekat dan juga lebih sekolah itu ramai anak pengaruhnya seperti itu,” kata Nuheri, Jumat (21/07/2023).

Pihaknya pun sudah memberikan beberapa masukan ke masyarakat dan melalui jenis kegiatan kepada anak-anak supaya menarik perhatian  agar dapat murid banyak, tapi tetap tidak mendapatkan murid.

“Berbagai macam ekstra diberikan, program unggulan. Kita memberikan beberapa macam program unggulan tapi tidak mengenai juga,” jelasnya.

Menurutnya, di tahun 2022 jumlah muridnya ada 10 murid dan di tahun 2023 sudah lulus 5 murid tinggal 5. “PPDB tahun ini 2023 kita tidak dapat murid sama sekali,” ungkapnya.

Karena itu, ia pun menilai mungkin pengaruh dari lingkungan. Karena untuk para alumni sedikit dan anak-anak yang masa usia masuk sekolah di lingkungan itu sedikit.

Ia pun berharap kalau memang sudah kebijakan dari pemerintah. Karena kondisi ini sudah dinilai dunia pendidikan itu sudah enggak layak karena sedikit untuk memberikan beberapa kegiatan belajar di sekolah. Dikatakan apa ya memberikan pelajaran kepada anak dengan satu orang guru dengan 1 anak.

Baca Juga  Aplikasi Transparansi Paskibraka, Cara BPIP Seleksi Calon Paskibraka Secara Transparan

“Jumlah gurunya ada 6. 6 lengkap semua lengkap semua. Tapi, muridnya tidak ada. Padahal, memberikan masukan kepada wali murid ataupun masyarakat ini justru lebih sangat efektif kalau di sekolah di sini karena ditangani dengan guru-guru yang sudah PNS,” tandasnya. (Pujiansyah/Lampung)

Baca Juga :

Dinkes Kota Tangerang Vaksinasi HPV Wajib Siswi Kelas 5-6 SD Cegah Kanker Serviks

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang, Suwarjana.

Muncul Isu Murid Baru Wajib Beli Seragam di Sekolah Rp 1 Juta Lebih, Ini Respons Dikbud Kota Malang

Beredar kabar salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Malang mewajibkan muridnya untuk membeli seragam di sekolahan.

img_title

VIVA.co.id

28 Juli 2023



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *